Selasa, 15 Januari 2019

KEMEROSOTAN INTELEKTUAL UMAT ISLAM DI TENGAH PESATNYA PEMBANGUNAN




Tulisan Oleh : 1. Dedeh Zakiyatun Nisa
2. Mayang Sari Ritonga

Apa kabar dunia islam ?

Di zaman modern saat ini perkembangan sains sudah semakin pesat dikarenakan kebutuhan manusia sebagai penghuni zaman yang semakin kompleks serta perubahan gaya hidup mereka yang menginginkan kepraktisan. Hal itulah yang mendorong manusia terus menciptakan perkembangan yang lebih mutakhir terhadap teknologi. Setiap negara  berlomba-lomba meningkatkan mutunya di bidang sains, beberapa di antaranya sangat mendominasi semua bidang pada kehidupan global seperti yang kita tahu ialah Amerika, China, dan Eropa. Bahkan secara politik, Amerika serikat merupakan satu-satunya negara superpower sekarang ini. Hampir tidak ada peristiwa politik dunia hari ini yang tidak melibatkan Amerika Serikat baik itu secara langsung atau tidak. Diantara hal yang membuat Amerika Serikat dapat mendominasi dunia adalah karena Amerika Serikat menguasai sains dan teknologi. Hampir semua bidang sain dan teknologi dikuasai oleh mereka. Maka tidak mengherankan jika kita melihat hampir semua negara- negara berkembang lebih milih Amerika Serikat sebagai tempat untuk belajar ilmu teknologi. Namun bukan Amerika saja yang dituju sebagai tempat belajar teknologi tapi Eropa dan Jepang sudah mulai diminati. Sebenarnya amerika tidak hanya pesat dalam bidang ilmu teknologi akan tetapi juga dalam ilmu sosial seperti ilmu ekonomi dan politik. Bahkan pada kenyataannya bidang ilmu agama pun mereka menguasainya, hal ini dapat kita lihat pada lembaga-lembaga pendidikan, universitas-universitas, bahkan mereka mendirikan pusat-pusat kajian sebagai riset berbagai ilmu yang kemudian dilakukan oleh berbagai bangsa dan selanjutnya menerbitkan buku-buku dan jurnal mengenai agama termasuk Islam. Melihat kemajuan dunia barat yang sudah terlampau jauh sekali melewati Negara-negara muslim,

lantas apa yang sedang terjadi pada dunia islam hari ini ?

Ketimpangan antara Pesatnya Pembangunan dan  Kualitas Intelektual
Untuk menapik rasa sakit akibat ketertinggalan dunia islam, Sebut saja kita bangga dengan Dubai, salah satu kota di Negara muslim Uni Emirat Arab saat ini kota tersebut telah memesona pandangan dunia, sebab perkembangannya yang cepat. Dubai saat ini jauh berbeda dengan Dubai di masa lalu yang hanya sebuah kawasan kecil nan kumuh yang mata pencaharian para penduduknya pun hanya memancing, menyelam dan berjualan mutiara laut. Sekarang kota  kecil ini begitu terkenalnya sebagai salah satu surga dunia untuk berwisata, siapa pun pasti bermimpi bisa plesir ke kota yang terletak di negeri gurun pasir ini dan merasakan pesonanya. Dubai bak magnet yang mampu menarik berjuta - juta wisatawan setiap tahunnya untuk menikmati berbagai fasilitas yang tersedia seperti mal-mal besar dengan pusat hiburan mewah (termasuk sebuah resor ski indoor), sistem jalan tol dengan jalan layang, terowongan, dan kawasan bawah bawah, melihat cahaya lampu kerlap-kerlip dengan berbagai warna ketika malam hari dan menyaksikan keindahan bangunan-bangunan kaca dan gedung-gedung pencakar langit yang bertaburan, salah satunya yang tersohor yaitu menara tertinggi di dunia (Burj Dubai) dan hotel berbintang tujuh pertama di dunia (Burj Al-Arab) yang mempunyai restoran bawah laut dengan fasilitas yang menakjubkan. Seandainya Negara UEA ini tidak pernah dihantam krisis ekonomi yang begitu kuat, nampaknya akan muncul enam menara serupa Burj Dubai yang bertengger di  tanah Negeri gurun pasir ini. (Jayantika Soviyani, 2017)

Perubahan mengejutkan yang terjadi pada Dubai bukan hanya terletak pada segi fasilitas layanan umum dan system tata kota seperti yang telah disebutkan di atas. Justru Yang paling dramatis adalah perubahan gaya hidup masyarakatnya yang dahulu hanya sekelompok badui dengan profesi khas orang-orang desa , tetapi kini telah menjelma menjadi masyarakat modern yang kehidupannya terhubung oleh telepon seluler dan satelit, sistemnya di dukung oleh internet broadband, juga sekarang kota ini dipenuhi berbagai media, dan internet. (Jayantika Soviyani, 2017)
Sebagai kota ‘pengetahuan’ (sebagaimana yang mereka sebutkan) dubai menjadi tuan rumah besar untuk berbagai penyelenggaraan event-event internasional dalam bidang IT karena terdapat berbagai perusahaan dan institusi besar di sana. Salah satunya event Gulf Information Technology Exhibition (GITEx), satu dari tiga pameran IT terbaik di dunia yang diselenggarakan selama beberapa hari di Dubai International Convetion dan Exhibition Centre yang luasnya melebihi 30.000 m2 (setara 6 lapangan sepakbola GBK), terdapat 2.700 perusahaan yang menyajikan produk inovatif. (Jayantika Soviyani, 2017)

Melihat pesatnya pembangunan di UEA, rasanya terbesit harapan bahwa melalui Negara ini kelak umat islam akan memiliki “Amerika Serikat-nya” sendiri yang mungkin bisa menyaingi Amerika Serikat yang asli.  dengan kemiripan keduanya yang sama-sama Negara federal, yang disatukan oleh beberapa pendiri visioner. Juga keduanya sebagian besar terdiri dari tanah-tanah imigran serta Negara-negara bagiannya bercorak konservatif dan liberal. Meskipun demikian tetap terdapat perbedaan yang mendasar yaitu Negara UEA tidak memiliki ‘budaya perang’. Namun, Beberapa kemiripan tersebut belumlah cukup untuk menandingi AS mengingat Negara UEA ini masih tergolong sangat muda karena ia baru merdeka dan bersatu sekitar 40th silam, dan masih dalam tahap awal membangun lembaga-lembaganya termasuk pendidikan mulai dari awal. Sehingga kita tidak dapat memaksakan kemajuan yang dihasilkan UEA dalam segi sosial, kultural, dan intelektualnya bisa sebanding dengan kemajuan yang telah dicapai Negara-negara barat. Memang diakui, pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh UEA merupakan salah satu yang tercepat dalam sejarah. Namun, ini sangat berbanding terbalik dengan tingkat perkembangan manusia dan sainsnya yang tak jauh berbeda dengan Negara-negara arab lain, yaitu masih tergolong lamban. Tetapi ini semua bisa dimaklumi, karena untuk mencapai kemajuan material memang lebih mudah dan cepat dibanding mencapai kemajuan intelektual. (Jayantika Soviyani, 2017)

Pendekatan ‘Gado-Gado’ Ramuan Agama dan Sains

Sebagai contoh, dikutip dari sebuah artikel yang ditulis oleh Jayantika Soviani tahun 2017, Islam dan Sains Masa Kini “ketika menghadiri  “Konferensi Kedelapan I’jaz Ilmiah (Aspek-aspek Mukjizat) dalam Alquran dan Sunnah” diselenggarakan di Kuwait (di Hotel Sheraton) oleh Otoritas Dunia I’jaz Ilmiah dalam Alquran dan Sunnah, pada Desember 2006. Dan Pada April 2007, konferensi yang sama diselenggarakan di Abu Dhabi mengenai “Penyembuhan Qurani” di hotel bintang tujuh Emirates Palace. Berdasarkan laporan dari media, sebanyak 1.300 orang, termasuk beberapa pejabat, hadir di konferensi tersebut pada hari pertama.

Keynote speech pembukaan diberikan kepada Profesor Zagloul Al-Najjar, mantan profesor geologi universitas yang selama bertahun-tahun sampai sekarang adalah orang yang ahli dalam wacana i’jaz. Dalam tinjauannya, ia mencela ‘dualitas’ sistem pendidikan tinggi di Dunia Muslim kontemporer, yang hasilnya - dalam pandangannya - telah dipengaruhi dan didominasi secara kultural oleh peradaban materialistik Barat. Apa yang dimaksud dengan dualitas itu adalah fakta bahwa, di satu sisi, pelatihan medis tidak menciptakan ruang bagi upaya penyembuhan Qurani, dan, di sisi lain, kurikulum teologi dan hukum Islam tidak memiliki mata kuliah medis. Hal ini kemudian, menurutnya, membuat para dokter sangat sulit menghargai peran dan nilai penyembuhan Qurani, sementara para penyembuh Qurani tidak cukup memiliki pengetahuan tentang metode dan fakta ilmiah. la meminta kerja sama yang lebih erat antara dua bidang ini dan mengharapkan bantuan teknologi modern yang lebih memadai dalam praktik penyembuhan Qurani.
  Beberapa hal yang penting di antaranya satu tema utama dalam konferensi tersebut adalah efek pembacaan ayat Alquran terhadap air, yang konon menyembuhkan banyak penyakit pada pasien yang meminumnya. Beberapa pembicara, yang kebanyakan dari mereka adalah profesor universitas, menjelaskan penyembuhan ini berdasarkan ‘efek memori air’ (tentu saja, gagasan ini sudah lama diabaikan). Sebagian yang lain menjelaskan beberapa gelombang elektromagnetik yang berasal dari ‘getaran-getaran’ Alquran yang sedang dibaca, sehingga ia mampu ‘mengatur ulang’ struktur molekul air dan memberikan ‘energi’ khusus (suatu kata yang sering disalahgunakan dalam konferensi tersebut seperti pada kebanyakan forum sejenis). Sebagian lagi menyebut konsep ‘konten informasi’, yang entah bagaimana, akan diteruskan dari Alquran menuju air dan kemudian kepada pasien, terutama jika Alquran dibaca oleh orang yang saleh. Yang lain menyebut telepati, bahkan ada beberapa dari mereka yang mendasarkan klaimnya pada ‘teori’ homeopati mereka (konsentrasi obat sangat kecil dalam air yang diklaim dapat memberikan kekuatan khusus). Salah satu pembicara, seorang teknisi peralatan medis, bahkan membawa sebuah alat yang konon dapat digunakan untuk mengekstrak ‘energi penyembuhan Qurani’ yang tersimpan di dalam air untuk kemudian ditransfer ke air dengan hanya menempatkan satu jari di dalamnya dan membaca ayat-ayat dengan suara keras atau di dalam pikiran seseorang. Bahkan, perangkat tersebut, menurutnya, bisa mengubah energi menjadi informasi digital, merekamnya dan mampu mengirimkannya melalui Internet kepada siapa pun yang membutuhkannya di seantero dunia. beliau juga menambahkan bahwa perangkat itu akhirnya dipuji sebagai “lompatan kualitatif dalam perkembangan imunitas psikologis, dan lompatan kuantum dalam konsep ‘I’jaz teknologi’ penyembuhan ajaib Qurani, penemuan pertama yang menggabungkan Alquran dengan teknologi modern”.

 Membaca laporan tersebut, sangat mengejutkan bahwa semua ini adalah informasi yang disajikan di sebuah konferensi internasional abad ke-20 dan bukan dalam pertemuan zaman gelap Abad Pertengahan. Para ulama Islam arus utama yang lain mengutuk pendekatan ‘gado-gado’ semacam ini untuk topik-topik ilmiah, khususnya dalam bidang kesehatan. Namun, kenyataannya, ramuan agama-sains seperti di atas sudah tersebar luas bahkan merata di kalangan masyarakat dan sebagian besar kalangan elite terdidik. ‘Persoalan kuantum’ di sini kemudian telah masuk ke dalam kondisi yang kacau”.

Contoh diatas dengan jelas memperlihatkan masalah sains dan pendidikan di masyarakat Arab atau Islam saat ini. Bukan hanya tentang diabaikannya fakta-fakta dasar ilmiah yang sangat luas, melainkan juga diremehkannya hakikat sains, metodologi, lingkup validitas, dan keterbatasan-keterbatasan di dalamnya. Sebagai muslim rasanya kita mudah saja percaya terhadap hal-hal yang mencampur agama dan sains seperti itu, terlebih lagi jika golongan awam yang membacanya. mereka akan menganggap itu pasti  sesuatu yang benar tanpa berusaha mencari tahu lebih mendalam terhadap validitas sebuah penelitian dan metodologi apa yang digunakan, ini akan membuat mereka merasa penemuan ini adalah suatu lompatan yang sangat besar untuk menandingi barat sehingga tak perlu lagi umat islam belajar dari mereka tentang medis dan obat-obatan, juga tak perlu lagi rasanya mendatangi dokter ketika sakit. Cukup hanya mengandalkan apa yang terkandung di dalam Al-qur’an. Jika sudah terjadi seperti ini, sains di dunia islam akan mengalami kejumudan, statis dan tidak ada peningkatan, al-qur’an adalah pedoman dan tolak ukur kebenaran, bukan sebagai sumber sains, artinya ikhtiar harus tetap dilakukan.

Keterbelakangan Pendidikan di Dunia Islam

Terkait hal ini, banyak suara-suara yang amat tajam untuk kita ketahui bahwa selama bertahun-tahun ini ditujukan untuk merekonstruksi pemahaman Muslim dan interaksinya dengan sains. Namun, suara-suara tersebut terlalu sedikit, serta terdengar hanya sekilas bagaikan kilat,
dan seringkali sumbang  bahkan untuk membuat mereka didengar, apalagi mampu memengaruhi sikap publik Muslim terhadap sains kontemporer ini. Apalagi, sudah berapa banyak orang yang saat ini mendengar nama-nama yang tidak asing di telinga kita seperti Seyyed Hossein Nasr, Ziauddin Sardar, atau Mehdi Golshani? Memang benar bahwa pemenang Hadiah Nobel Abdus Salam dan Ahmed Zewail telah membuat diri mereka terkenal, tetapi hanya sedikit sekali orang yang tahu mengapa mereka mendapat penghargaan itu. Bahkan tidak ada orang yang ingin menegaskan bahwa keduanya telah melakukan semua upaya penelitiannya di Barat. Ini membuktikan bahwa untuk memperbaiki kekurangan umat islam di bidang ilmu penegetahuan dan sains kita perlu sikap terbuka terhadap barat, dalam arti “terbuka untuk belajar” sebab mereka jauh lebih mapan dari segi fasilitas, kualitas pendidikan, banyaknya sumber-sumber literatur, dan publikasi riset ilmiah.
Perbandingan kualitas pendidikan Negara islam dan barat dapat diamati dari rating universitas. Dirangkum  HYPERLINK "https://cwur.org/2018-19.php" https://cwur.org/2018-19.php , dari 1000 lebih urutan universitas-universitas terbaik di dunia posisi pertama ditempati oleh Hardvard University, posisi kedua Stanford University, kemudian Massachusetts-Institute-of-Technology dan selanjutnya didominasi oleh universitas dari Negara non-muslim. Sementara itu saya baru menemukan universitas dari Negara muslim yaitu King Abdul Aziz University di Saudi Arabia pada urutan 323, ini merupakan salah satu gejala keterbelakangan umat islam saat ini.
Kondisi Pendidikan di Indonesia
Di Indonesia sendiri sebagai salah satu Negara dengan penduduk muslim terbesar yakni 76% dari keseluruhan. Tetapi, boleh dibilang kualitas intelektual manusianya tidak semenggembirakan jumlah pupolasinya. Ibarat buih di lautan, banyak tapi tidak punya kekuatan. Padahal Jika melihat jumlah ini, Indonesia punya potensi besar untuk melahirkan generasi-generasi intelektual islami yang kelak akan turut serta memimpin perubahan pada negara serta dunia islam kearah lebih baik. Dan untuk mewujudkan misi tersebut tentunya harus melalui jalur pendidikan, karena Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara didapatkan. Dengan pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten dalam bidangnya. Sehingga kondisi bangsa akan terus mengalami perbaikan dengan adanya para penerus generasi bangsa yang mumpuni dalam berbagai ilmu.
Sayangnya Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala. Faktanya, indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).
Hal menarik lainnya yang perlu diketahui tentang kemerosotan di Indonesia adalah dalam bidang literasi. Sebagai anggota ASEAN, Indonesia sendiri ternyata masih berada di bawah negara tetangga Malaysia dalam dunia pendidikan. seperti dilansir Deutsche Welle. Malaysia menempati posisi ketiga pada peringkat pendidikan ASEAN,  dengan tingkat literasi penduduk dewasa yang mencapai 94%, tidak heran jika Malaysia mampu membukukan skor 0,671 di Indeks Pendidikan UNDP. Negeri jiran itu menempati posisi 62 dalam daftar pendidikan terbaik di dunia dan ketiga di ASEAN. Indonesia sendiri menempati posisi kelima di ASEAN dan berada di posisi 108 di dunia dengan skor 0,603. Secara umum kualitas pendidikan di tanah air berada di bawah Palestina, Samoa dan Mongolia. Hanya sebanyak 44% penduduk menuntaskan pendidikan menengah. Sementara 11% murid gagal menuntaskan pendidikan alias keluar dari sekolah.
Tidak asing lagi bagi kita bahwa Jurnal ilmiah di Indonesia pun sangat menurun dan terlihat tidak terurus. Tidak banyak kegiatan ilmiah yang benar-benar mendukung “kegiatan ilmiah” dan menerbitkan jurnal yang besar dan mampu bersaing. Bahkan di Setiap universitas menerbitkan jurnal ilmiah sendiri, bukan hanya itu banyak juga  jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan atau fakultas. Oleh sebab itu jurnal ilmiah tumbuh seperti jamur, banyak bermunculan namun secara tiba-tiba menghilang bagaikan di telan bumi. Tanpa penyebab yang jelas, jurnal ilmiah seakan-akan hanya sebatas formalitas.  Namun disisi lain pasti memiliki alasan tersendiri yakni bisa saja karena tidak ada biaya untuk menerbitkannya,  atau kadang tidak pede terhadap karya sendiri bahkan tidak memiliki ide untuk penelitian yang mampu bersaing.
Terdapat beberapa fakta yang menarik terkait jurnal ilmiah salah satunya laporan dari Thomson Scientific (Amerika) mengatakan bahwa jumlah paper ilmiah yang di publikasikan selama tahun 2004 oleh peneliti di Indonesia (yang berafiliasi ke lembaga penelitian atau universitas di Indonesia) berjumlah 522 paper ilmiah. Jumlah ini hanya sepertiga dari paper ilmiah yang hasilkan oleh Malaysia (1438 paper). Di level ASEAN, Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Singapore (5781 paper), Thailand (2397 paper) dan Malaysia. Yang dekat dengan Indonesia adalah Vietnam (453 paper).
Bukti-bukti di atas sungguh dapat menyadarkan kita apa yang sedang terjadi pada dunia islam saat ini, dan di mana posisi kita berada amat jauh dari negara-negara lainnya. Dalam  gambaran kecil, kegagalan umat islam dalam menghadapi tantangan perkembangan dunia kontemporer menyisahkan pekerjaan rumah yang tidak mudah.  Oleh sebab itu kita sebagai pemuda-pemuda generasi bangsa harus lebih giat dalam belajar dan dan menghasilkan riset ilmiah.  Agar kelak bangsa kita ini tidak berakhir dengan tragis.  Meskipun untuk mengambil alih kejayaan islam pada saat itu sudah tidak mungkin. Bahkan untuk sekedar mengejar ketertinggalan kita pun masih sangat lemah.


Senin, 01 Oktober 2018

Ketika Emak-emak Lebih Galak Dari Mahasiswa

                                                  sumber foto: detik.com

Tiap kali mendengar kata emak, kita selalu membayangkan sosok keibuan yang penuh kasih sayang. Namun bayangan itu sekejap sirna ketika kita dihadapkan pada istilah the power of emak-emak yang begitu populer belakangan.
Namun, bila disebutkan kata “the power of emak-emak”, mungkin yang akan segera terbayang di benak kita adalah aksi mereka yang kerap melanggar aturan lalu lintas, seperti berkendara dengan melawan arus jalan; menyalakan lampu sen kiri tapi malah berbelok ke kanan, dll.
Sebenarnya istilah “the power of emak-emak” lahir dari fenomena perempuan urban yang berani mengekspresikan perlawanannya di ruang publik. Meski kadang kala keberanian ini terkesan nekat, emosional, dan kadang ekstrem.
Sebagai anak, saya merasa risih dengan istilah “the power of emak-emak”. Alih-alih memperlihatkan kemampuan ibu untuk melawan, bagi sebagian kalangan ungkapan tersebut justru menjadi lelucon peyoratif terhadap perempuan. Secara eksplisit, istilah itu seperti berusaha mengakui kemampuan perempuan yang selama ini dipandang lemah dan tidak berdaya.
Namun secara implisit, the power of emak-emak memuat cap dan stereotip. Maksud cap di sini ditujukan kepada para perempuan yang dianggap galak, tidak peduli apakah mereka masih melajang atau sudah menikah. Sedangkan stereotip muncul dari anggapan bahwa emak-emak sudah sewajarnya galak.
Ketika Emak-emak Semakin Galak tentang Politik
Fenomena kaum emak-emak terjun politik memang unik. Mereka kuat dan militan. Jangan ragukan soal loyalitasnya. Karena sebagai wanita sudah teruji melewati banyak cobaan. Hamil, melahirkan, membesarkan anak sampai mengurus rumah dan seabrek kerjaan lainnya. Sehingga tak heran bila sampai ada sebutan 'The Power of Emak-Emak'.
Kini bukan di kelas menengah saja. Seiring berjalannya waktu, pendidikan politik di masyarakat mulai terasa dampaknya. Tak heran, bila di era digital saat ini, banyak emak-emak juga mulai melek politik. Terpaan informasi menyerang semua lini. Sosial media menjadi salah satu media berpengaruh dalam membangun opini publik kaum emak-emak.
Masih soal fenomena politik kaum emak-emak.....
Semuanya berawal ketika Sandiaga Uno mendaftarkan diri bersama Prabowo di gedung KPU sebagai bakal Capres dan Cawapres. Kepada awak media, Sandi mengungkapkan bahwa akan berjuang untuk kebahagiaan emak-emak di seluruh Indonesia.
“Saya berjuang bersama Pak Prabowo untuk kebahagiaan emak-emak di seluruh Indonesia,”  ungkapnya kepada wartawan.
Pernyataan ini cukup menggelitik dan menarik, karena jarang ada politisi dan penguasa kita yang memperhatikan kepentingan emak-emak. Kepentingan emak-emak juga kepentingan kita semua. Karena kepentingan emak-emak adalah kepentingannya akan kebutuhan-kebutuhan pokok dan keseharian kita.
Bukti Nyata Kaum Perempuan
Tiap tahunnya kesadaran kaum perempuan terhadap politik terus meningkat. Misalnya saat pelaksanaan pemilu. Jumlah partisipasi perempuan terus bertambah. Padahal di era orde baru perempuan bisa menjadi kepala desa adalah sebuah prestasi.
Keterlibatan perempuan dalam birokrasi pun semakin meningkat. Kursi 30 persen wanita di legislatif makin diminati perempuan. Partai politik juga berlomba membuka ruang bagi perempuan untuk bergabung dan menjadi wakilnya di pemerintahan.
Satu yang pasti, ada potensi besar di pileg dan pilpres 2019 mendatang yaitu potensi politik kaum emak-emak. Tinggal menunggu bagaimana elite politik meracik dan memoles ini dengan seciamik mungkin agar merebut suara hati kaum emak-emak.
Apakah Sandiaga Uno dengan politik emak-emaknya akan mampu mengeliminasi image Jokowi dengan sosok yang sederhana dan merakyat, sehingga dapat mengudetanya dari kursi lembaga eksekutif? Kita tunggu saja episode-episodenya!

Minggu, 05 Agustus 2018

Klinik Herbal Kanker Indonesia, Solusi Pengobatan Kanker Bagi Masyarakat Pedesaan

puspiptek.ristekdikti.go.id
Sumber gambar: Tribunnews.com
 
Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.
Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas
Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.
Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.
Dan seiring dengan kemajuan akan tekhnologi, tentulah beberapa solusi berhasil ditemukan untuk mengobati penyakit ini, diantara nya :
•Pembedahan (operasi)
•Penyinaran (Radio-terapi)
•Pemakaian obat-obat pembunuh sel kanker (sitostatika/kemoterapi)
•Peningkatan daya tahan tubuh (imunoterapi)
•Pengobatan dengan hormon
•Transplantasi organ
Stem Cell
Namun, dengan berbagai macam pengobatan kanker, tentunya tidak dapat menjamin pasien akan sembuh total. Terkadang pasien merasa sia-sia dengan berbagai macam pengobatan nan modern tersebut, selain biaya yang dikeluarkan sangat besar.
Pernahkah terpikirkan bagaimana nasib saudara-saudara kita yang kurang beruntung tidak bisa mendapatkan fasilitas pengobatan nan modern yang memakan biaya cukup mahal? Berdasar statistik, sekitar 30 % penduduk Indonesia adalah kurang mampu, dan tidak sedikit pula akibat keadaan kurang mampu tersebut, saudara-saudara kita kurang menjaga kesehatannya, sehingga dapat mudah terserang penyakit, seperti kanker.
Lalu pernahkah terpikirkan bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tinggal sangat jauh dari perkotaan? Dimana rumah sakit megah dan modern hanya terdapat diwilayah perkotaan yang biasa ditempati oleh masyarakat yang berkecukupan.
Berdasarkan dua rumusan masalah diatas, tentunya saya mempunyai ide dan gagasan yang semoga dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang bernasib kurang beruntung dari kita. Sebelum masuk ke ide dan gagasan, saya sedikit memaparkan arti ayat suci Al-Qur’an:
  Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan “ (QS. An Nahl [16] : 11).
Berdasarkan kepada pengertian ayat suci Al-Qur’an diatas, disinilah saya dapat menerapkan ide saya.
Tuhan menurunkan penyakit, tentunya pasti dengan obatnya, pernahkah terpikir bagaimana nenek moyang kita dalam menyembuhkan penyakitnya? Tentunya perlatan dan pengobatan modern belum ada. Yaa tentu anda mengetahuinya,,,.
 
Dengan pengobatan herbal/ tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan.
Langsung kembali dengan ide saya, saya ingin mempunyai sebuah konsep dimana mendirikan Klinik Herbal Kanker Indonesiua (KHKI), tentu anda sudah terbayang, yaap tepat. Saya bermaksud mendirikan klinik atau pusat pengobatan tersebut tentunya mulai dengan pencegahan, pengobatan, serta tahap penyembuhan menggunakan obat tradisional lebih diutamakan/didahulukan tanpa menyampingkan pengunaan obat kimia lainnya.
Jadi, saya akan melampirkan di akhir gagasan ide saya beberapa tumbuh-tumbuhan yang sangat berkhasiat dalam pencegahan dan pengobatan penyakit kanker.
1.  berawal dari penyebaran rumah sakit ini, setidaknya dalam setiap kabupaten/kota di Indonesia memiliki minimal 1 unit rumah sakit ini. Terutama diwilayah provinsi yang jumlah pasien penderita kanker lebih banyak dibanding provinsi lain dan tentu bagi di kawasan pedalaman dapat mendirikan klinik kecil yang dapat digabung bersama puskesmas setempat.
 
2.  Penyediaan Obat dan sarana Pendukung, saya bermaksud ingin bekerja sama dengan pihak terkait dalam penyedia obat herbal yang berkualitas, saya ingin mengandeng Kementrian Pertanian dalam menyediakan bibit-bibit unggul dan kualitas tinggi dalam penyedian tumbuh-tumbuhan herbal, lalu saya ingin bekerja sama dengan beberapa ahli farmasi, dalam meracik tumbuh-tumbuhan menjadi obat dan kapsul yang dibutuhkan, tentulah dengan sinergi yang baik, insyaAllah terciptanya obat herbal tanpa efek samping ini.
 
3.  Bagaimana jika pasien kanker dalam tingkat stadium akhir? Tentu, dalam tingkatan stadium ini, kami bisa menggunakan tahap pembedahan sel kanker tentunya dengan tahap perawatan menggunakan campuran obat herbal.
 
4.  Masalah biaya Pengobatan, berdasarkan perhitungan yang saya  buat, pengobatan dan terapi yang menggunakan obat herbal lebih murah dibanding pengobatan modern, dan tentunya pemerintah dapat memfasilitasi bagi warga kurang mampu dengan pengobatan Gratis.
 
5.  Sumber Daya Manusia dalam rumah sakit, saya menyiapkan sumber daya yang kompeten dalam bidangnya, seperti dokter, perawat, ahli herbal, apoteker, dll.

Dan yang pasti saya akan menyiapkan peneliti tumbuhan tanaman herbal, agar penyedia sumber utama pengobatan dapat terus berkelanjutan.
Beberapa jenis tanaman yang berkhasiat bagi pengobatan dan pencegahan penyakit kanker, diantara nya :
1.    Kunyit (Zat Kurkumin)
Kurkumin merupakan bagian terbesar pigmen kuning yang terdapat dalam rizom kunyit, serbuk rizom kunir (Curcuma longa L), mempunyai sifat sebagai antioksidan, anti-inflamasi dan antineoplastik. Senyawa keturunan fenol (kurkumin) mempunyai efek menghambat premalignan dan malignan sel kanker ketika proses inisiasi dan metatesis Kurkumin sebagai sebagai antineoplastik mempunyai fungsi mengatur aktivitas cyclooxygenase (COX), dan lipoksigenase (LOX) schingga mengurangi aktivitas metabolisme sel kanker. Kurkumin juga mengatur banyak sel yang mengalami gejala penyimparigan sehingga siklus berhenti atau mencegah proses pertumbuhan kanker maupun menekan perkembangan sel tumor.
 Pengaturan onkogen dengan jalan represi maupun supresi, yang kebanyakan mcnyebabkan siklus sel berhenti, sedangkan perkembangan sel tumor ditekan aktivitas en-nya. Invcstigasi selanjutnya sangat diperlukan untuk inenjelaskan interaksi biotnolekuler oleh kurkumin dalam mekanismenya menghalangi sifat dan cara pertumbuhan sel kanker.
saat seseorang mengalami penyakit kanker maka enzim COX-2 akan membuat terjadinya peradangan negatif sehingga memicu terjadinya kanker dalam tubuh dan tahukah anda bahwa curcumin yang terdapat dalam kunyit mampu untuk menghentikan enzim COX-2 tersebut.
2.    Ubi Jalar Ungu (zat antisianin)
Ubi jalar ungu mengandung senyawa antisianin, yakni suatu pigmen yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antibakteri, dan hebatnya lagi senyawa ini berfungsi untuk mencegah penyakit kanker, jantung, dan stroke. Ubi jalar ungu dapat menjadi pencegah menjangkitnya penyakit kanker dalam tubuh seseorang dikarenakan ada kandungan zat aktif berupa iodin dan selenium yang kapasitasnya mengungguli ubi lain kira-kira lebih banyak 20 kali. Sebagai antioksidan dan antibakteri, ubi jalar ungu bahkan mampu mengungguli sebanyak 2,5 hingga 3,2 kali blueberry.
Selain kandungan senyawa dan zat aktif, ubi ungu juga memiliki kandungan nutrisi lainnya yang tidak sedikit. Beberapa zat penting yang terkandung di dalam ubi ungu diantaranya adalah vitamin A, vitamin C, vitamin B1, Zat besi, Kalsium, Lemak, protein, Serat kasar, fosfor, dan riboflavin. Senyawa antosianin yang tinggi pada umbi ini memiliki tingkatan kestabilan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan umbi atau bahkan sumber makanan lain.
Ubi ungu diketahui memiliki kandungan betakaroten dalam jumlah yang cukup banyak. Yang mencengangkan dari ubi jalar ungu ini ialah, selama proses pengolahan dengan cara direbus hingga matang, kadar betakaroten yang rusak hanya sekitar 10% dari total keseluruhan. Apabila dimasak dengan cara digoreng atau memanggang, kadar betakaroten yang terkandung dalam ubi hanya rusak sekitar 20%. Kerusakan paling banyak, yakni dengan jumlah 50% didapatkan ketika dilakukan penjemuran hingga kering..
3.    Daun Tapak Dara (Zat vinkristin dan vinblastine)
Daun tapak dara untuk obat kanker payudara, Sementara tapak dara (Catharanthus roseus) telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker. Tanaman yang masih termasuk keluarga Apocynaceae atau kamboja-kambojaan ini mengandung dua senyawa golongan alkaloid vinka yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker.
Vinkristin digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara, dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf maupun otot. Tanaman yang di Sumatera disebut rumput jalang itu juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang diperkirakan dapat mendesak dan melarutkan inti sel kanker.
4.    Tanaman Keladi Tikus
Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) juga telah diteliti sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker.
Di Malaysia, sudah ada uji ilmiah khasiat keladi tikus. Bahkan ekstrak keladi tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan tanaman lainnya dalam dosis tertentu, sudah dipasarkan di negeri jiran tersebut.
5.    Tanaman Temu Lawak (Zat curcumol dan curdione)
Air perasan temu lawak (Curcuma Zedoaria) juga mujarab sebagai obat kanker. Menurut Andrew Chevallier Mnimh, herbalis asal London, dalam temulawak terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat antikanker dan antitumor. Di Cina, temulawak telah lama digunakan sebagai obat kanker leher rahim. Tanaman ini bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.
 
6.    Tanaman Mengkudu (Zat dammadcanthel)
Mengkudu juga tengah populer sebagai tanaman obat-obatan yang manjur. Daging buah mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) mengandung dammacanthel, zat antikanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium prakanker dan dapat mencegah perkembangan sel kanker. Sari dari perasan dua atau tiga buah mengkudu dapat dibubuhi madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya pilihlah mengkudu yang tidak terlalu masak karena alkohol yang terbentuk akibat proses fermentasi pada mengkudu yang terlalu masak merusak zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.
7.    Daun Dewa
Daun dewa (Gynura divaricata) juga merupakan tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman antikanker.
8.    Daun Ceremai
Daun ceremai (Phyllanthus acidus) juga dapat dapat digunakan sebagai obat antikanker.
9.    Benalu
Sementara senyawa dalam benalu telah lama diperkirakan bekerja sebagai penghambat keganasan kanker. Benalu yang direbus menjadi teh terbukti dapat dipakai sebagai obat penunjang selama menjalani kemoterapi (terapi dengan mengonsumsi obat antikanker).
 
Bagi yang belum terkena kanker, tumisan brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat dan daging ikan dengan bumbu sedikit garam dan bawang putih, mampu menjadi masakan yang kaya akan zat antikanker.

Saya sadar ide saya masih memiliki kekurangan, namun akan lebih baik jika dapat disinergikan dan disempurnakan oleh pihak terkait agar semua rakyat Indonesia memiliki Hak-Haknya untuk mendapatkan layanan Kesehatan yang diamanatkan UUD 1945.

Rabu, 28 Juni 2017

KPK Haram Hukumnya Takut Kepada Hak Angket

KPK Haram Hukumnya Takut Kepada Hak Angket
Oleh : M. Rusdil Fikri

sumber gambar : nasional.kompas.com


PENELEHNEWS.COM- Jakarta. Hak angket sejatinya adalah sesuatu yang biasa dan lazim dalam kehidupan berdemokrasi. Hak tersebut melekat pada lembaga legislatif beserta dengan dua hak lainnya, yaitu hak interpelasi dan hak menyatakan pendapat. Hak angket bersifat legal dan diatur pelaksanannya dalam Undang-Undang.
Sebagai suatu mekanisme yang lazim, kehebohan hak angket terhadap KPK seharusnya tidak perlu berlebihan. Banyak yang mengkhawatirkan pengguliran hak angket adalah suatu upaya pelemahan terhadap institusi KPK.
KPK tak Perlu Takut
KPK tak perlu takut terkait pembentukan pansus hak angket KPK, banyak pihak menilai itu sebagai bentuk kepanikan dan perlawanan terhadap KPK.
Lalu Perang opini terus dilakukan untuk menyerap dukungan masyarakat. Petisi online yang mendukung KPK untuk menolak hak angket telah ditandatangani oleh 40.000 orang. Perlawanan terbaru, KPK mengumpulkan sekitar puluhan pakar Hukum Tata Negara untuk memberikan penilaian yuridis terhadap Hak Angket DPR terhadap KPK.
Merasa tidak dihormati sebagai lembaga tinggi negara, DPR balik melawan melalui pernyataan-pernyataan pedas para pimpinannya. DPR bahkan mengancam tidak akan membahas APBN 2018 untuk KPK dan POLRI jika kedua institusi tersebut tidak bersikap kooperatif terhadap pansus. Rakyat kembali disuguhkan pertarungan antar lembaga negara yang sama-sama menunjukkan arogansinya masing-masing.
Menurut penulis, KPK seharusnya tidak perlu berlebihan. hadapi saja Pansus hak angket. karena Pansus hanya melakukan penyelidikan. jika memang KPK telah berjalan sesuai dengan amanat Undang-Undang, tidak ada alasan untuk melemahkan KPK apalagi membubarkannya. Kalo memang KPK bersih tidak perlu rishi apalagi takut.
Hak Angket telah disepakati dan Pansus telah dibentuk. Tidak ada yang dapat menghentikan ataupun mengintervensi DPR kecuali putusan pengadilan.
Hak Angket: Momentum Perbaiki Kinerja KPK
Kita patut bersukur tingkat kepercayaan masyarakat kepada KPK masih tergolong tinggi. Hasil survey SMRC tahun 2016 lalu, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK mencapai 82%. Jauh lebih tinggi dari pada lembaga penegak hukum lain seperti POLRI dan Kejaksaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa eksistensi KPK masih diperlukan.
Akhir-akhir ini. KPK memang terlihat gencar melakukan OTT, tapi berapa nominal uang negara yang dapat diselamatkan? Sudahkan KPK punya cukup nyali untuk kasus-kasus besar? Sebut saja BLBI, kasus Bank Century, Mega Proyek e-KTP, dan tentu saja proyek Hambalang.
Hal di atas tentu bukan merupakan kabar baik. Publik menanti kasus yang telah memakan waktu bertahun-tahun itu segera dituntaskan. Seret nama-nama besar yang menjadi otak penggelapan triliunan uang Negara.
KPK biasa menyelidiki lembaga-lembaga yang diduga bermasalah. Dan kini, giliran KPK untuk diselidiki. Apakah institusi yang mengemban amanah besar rakyat untuk memberantas korupsi itu telah berjalan sesuai dengan yang seharusnya? DPR punya hak untuk menyelidikinya. Waktu kerja Pansus sekitar 60 hari dan akan menjadi saat-saat yang menarik kedepannya.


Sabtu, 29 April 2017

Mengapa Pilkada Serentak terlalu ‘Jakarta Sentris’
Oleh : M. Rusdil Fikri

                         Seperti diketahui, pilkada serentak di Indonesia diikuti oleh 101 provinsi, kabupaten dan kota. Pilkada gubernur digelar di tujuh Provinsi antara lain Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Papua Barat. Untuk pilkada bupati dan wakil bupati digelar di 76 Kabupaten dan pilkada wali kota dan wakil Wali kota digelar di 18 kota.
Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) menjadi salah satu tolok ukur negara demokrasi. Dan pada tahun 2017 Pilkada diselenggarakan serentak diikuti 7 provinsi dan 101 kabupaten dan kota se-Indonesia. tapi faktanya pilkada Jakarta menjadi viral di sosial media, menjadi perbincangan masyarakat di pelosok negeri, dan menjadi kajian banyak media massa dan elektronik, Bahkan pemberitaan media di luar negeri ikut meramaikannya. Sebenarnya ada apa dengan Pilkada Jakarta putaran 1 dan putaran ke-2 ini?
1.      Jakarta adalah Ibu Kota Negara Indonesia
Dipungkiri atau tidak, ibu kota suatu negara akan menjadi sorotan seluruh mata di seluruh pelosok negeri. Alasannya? Ibu kota merupakan sebuah cerminan suatu negara. Ibu kota merupakan kebanggaan seluruh rakyat dalam suatu negara. Kita semua mengerti, Jakarta merupakan poros perekenomian bangsa. Sentral dari seluruh urusan pemerintahan, ekonomomi, dan aspek-aspek lain. Banyak orang dari seluruh penjuru daerah mengadu nasib di ibu kota ini.
2.      Fenomena “Ahok”
Ahok sapaan dari seorang tokoh fenomenal Basuki Tjahaya Purnama ini memang sudah penuh kontroversi  sejak kemunculan pertamanya dalam laga pilkada 5 tahun yang lalu bersama Pak Jokowi, yang notabene sekarang ialah orang nomor 1 di negeri ini. Permasalahan “penistaan agama” yang tersemat pada Ahok ini ternyata menjadi perbincangan seluruh kalangan masyarakat di Indonesia. Orang yang dahulu cuek dengan politik justru ikut serta berkomentar dan mengkritisi.

Demo Aksi Bela Islam yang terjadi 3 kali (4/11, 2/12 dan 11/2) di penghujung tahun lalu juga menjadi salah satu pemicu pembicaraan tentang Pilkada Jakarta ini terus booming dan menjadi bahan kajian. Bangsa Indonesia masih belum biasa dengan sensitivitas SARA, sehingga ketika ada pemantiknya, ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja.
3.      Putra SBY Maju Pilkada
Agus Harimurti Yudhoyono, putra pertama dari Pak Susilo Bambang Yudhoyono ini cukup menyita perhatian publik. Bagaimana tidak? Ia adalah anak dari seorang yang pernah menjabat menjadi presiden 2 kali masa jabatan. Tentu kemajuannya dalam Pilkada menjadi bahan penafsiran banyak orang. Pertama, “mengapa harus sampai keluar dari TNI?”. Kedua, “tidak sayang kah jabatan bergengsi di TNI?”


4.      Pilkada yang Syarat dengan Kepentingan
Ibu Kota negara Indonesia Jakarta tentunya syarat dengan kepentingan. Banyaknya kepentingan kekuasaan di Jakarta menjadikan pilkada ramai dan terus menjadi sorotan. Menguasai Jakarta setidaknya menguasai bagian besar di Indonesia. Memang tak bisa dipungkiri, Jakarta merupakan kursi kekuasaan strategis untuk mendapatkan pengaruh yang luar biasa di seluruh antero negeri.



Kamis, 02 Februari 2017

Membangun Smart City Indonesia dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi


Smart city atau kota pintar memang sedang menjadi trend di Indonesia. Bukan hanya sebagai bentuk gengsi untuk disebut sebagai kota cerdas, namun smart city adalah sebuah langkah yang hebat dalam memajukan kota dalam suatu negara dengan basis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).  Secara harafiah, smart city memang diartikan sebagai sebuah kota cerdas dengan konsep yang dirancang sedemikian rupa untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam pengelolaan sumber daya agar efisien dan efektif.

Smart City  merupakan sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia. Dengan Smart City, berbagai macam Pengetahuan dan informasi yang berada di setiap sudut kota dapat dikumpulkan melalui device atau perangkat gadget yang terpasang di setiap sudut kota, dianalisis dengan aplikasi cerdas, selanjutnya disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui aplikasi yang dapat diakses oleh berbagai jenis Device atau Gadget. Melalui gadgetnya, secara interaktif pengguna juga dapat menjadi sumber pengetahuan bermanfaat, mereka mengirim informasi ke pusat pengetahuan bermanfaat untuk dikonsumsi oleh pengguna yang lain.

Pemakaian smart computing untuk membuat smart city dan fasilitasnya  meliputi  pendidikan,  kesehatan,  keselamatan  umum,  transportasi  yang  lebih cerdas, saling berhubungan dan efisien.

Sebuah  smart  city  sangat  bergantung  pada  smart  computing.  Smart computing mengacu pada generasi baru hardware, software dan jaringan teknologi  yang menyediakan system IT yang Realtime. Dengan analisis yang baik dan secara  mendalam  dapat  membantu  penduduk  membuat  keputusan  yang  lebih  pintar yang  diiringi dengan tindakan yang dapat mengoptimalkan proses bisnis.

Teknologi informasi adalah sebuah pendorong utama bagi inisiatif smart  city.  Proyek  pembangunan  smart city indonesia dengan  mengacu  pada  teknologi  informasi  dapat  mengubah  sejumlah  peluang  yang  potensial,  mereka  dapat  meningkatkan  manajemen  dan  fungsi kota. Namun,  meskipun  banyak  manfaat  dari  teknologi tersebut dampaknya masih belum terlihat jelas, karena terdapat kesenjangan social bagi penduduk yang tinggal di pedesaan yang belum mendapatkan fasilitas tersebut.

Maka  dari  itu  pemerintah  kota  harus  banyak  mempertimbangkan  faktor-faktor tertentu  ketika  mengimplementasikan  teknologi  informasi  yang  berkaitan  dengan sumber  daya, kapasitas,  dan  hal-hal  yang  berkaitan  dengan  kesenjangan  social nantinya.

 

TEKNOLOGI YANG BISA DI IMPLEMENTASI OLEH SMART CITY INDONESIA

Berikut ini adalah 3 teknologi yang dapat diimplementasi pada Smart City :

1. Augmented Reality (AR)

Dengan menggunakan teknologi Augmented Reality jalanan di perkotaan tidak akan memerlukan rambu – rambu lalu lintas lagi, dengan teknologi ini tampilan rambu – rambu lalu lintas dapat tergantikan jauh lebih menarik danmenyenangkan dan tentunya lebih mudah untuk dipahami dari pada anda harus menerka – nerka gambar rambu – rambu lalu lintas.

teknologi ini memungkinkan petunjuk arah dapat diproyeksikan ke sebuah kaca helm atau kaca depan mobil. Jika anda merasa terganggu dengan banyaknya rambu lalu lintas Anda dapat mengurangi jumlahnya , kemudian Anda dapat  menggantinya dengan tanaman-tanaman hijau.

2. NFC ( Near Field Communication)

NFC semakin memperlihatkan wujudnya, bisa dikatakan NFC saat ini menjadi sebuah standar sistem pembayaran digital, dan hal tersebut dimulai dari sebuah perusahaan internet Google yang menggunakan teknologi NFC untuk sitem pembayaran miliknya yaitu  Android Pay. Metode pembayaran yang menggunakan NFC ini di anggap lebih praktis dan gampang digunakan.

3. Aplikasi Panic Button

Cara kerja panic button ini, setelah diunduh dan di install di smartphone, pengguna perlu terlebih dahulu mengisi data pribadi yang akurat disertakan dengan nomor telepon orang terdekat yang bisa dihubungi. Dimana pengguna akan teregister dengan nomor handphone dan dapat melaporkan apapun. Misalnya ada begal, dia tinggal pencet tombol, lalu nanti pesan itu sampai di command center. Setelah data dan aplikasi terpasang, pemohon bantuan harus memencet 3 kali tombol panik di layar smartphone. Pemohon bantuan akan langsung terlacak di Command Centre wilayah terdekat. Namun Sebelumnya data handphone diregistrasi terlebih dahulu.

Itulah beberapa teknologi informasi dan digital yang dapat digunakan untuk membangun konsep smart city Indonesia, meskipun Tujuan utama dari diadakannya smart city adalah untuk membentuk sebuah kota yang aman dan nyaman serta untuk memperkuat daya persaingan dalam hal ekonomi. Bahwa tujuan utama dari pelaksanaan smart city dapat dibagi menjadi 3 agenda utama, yaitu untuk menunjang kota di dalam dimensi sosial (keamanan), ekonomi (daya saing) dan lingkungan (kenyamanan).

Langkah yang cukup mudah dilakukan oleh semua kota-kota besar diindonesia dalam Konsep Smart City Indonesia bisa dijalankan dengan efektif, efisien serta tertarget yang berguna untuk Smart City Indonesia Dan Penerapannya Menggunakan Teknologi Informasi, niscaya Konsep Smart City akan sangat cepat tercapai oleh semua Kota-Kota besar didunia terutama Di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Smart City IndonesiaSmart City Indonesia

Sabtu, 06 Agustus 2016

Essai Permasalahan Dunia Islam Saat Ini


PERMASALAHAN DUNIA ISLAM MASA KINI

Oleh : Muhammad Rusdil Fikri

A.   PENDAHULUAN

            Realita saat ini akan banyaknyaperbedaan yang marak dalam ajaran islam sendiri diantaranya, fundamentalisme, islam radikal, islam terorisme, liberalisme, sekulerisme, dan masih  banyak lagi


 Gejala goyahnya umat islam terlihat dari prilaku kehidupan umat islam, apakah sudah maenjadikan nilai-nilai ajaran islam sebagai pedoman berprilaku terlebih lagi apakah manusia telah menjalankan kehidupan secara selaras dengan kehidupan modern tanpa menghilangkan nilai islam

          Inilah tugas pokok seorang khalifah saat ini yaitu sebagai penggerak umat islam untuk bersatu dalam memerangi problematika dengan memadukan ilmu akal, Al-Quran dan Hadits

 

B.      PEMBAHASAN

Permasalahan dunia Islam di Negeri ini diantara nya :

1.    Berkurangnya peran Muslim di antara masyarakat Islam sendiri

Umat Islam sekarang ini tidak memiliki strategi yang jelas. Rencana perjuangannya penuh dengan misteri. Hal tersebut disebabkan umat Islam tidak diproduk dari pembinaan-pembinaan yang baik dan tidak memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang memadai. Kelemahan dalam aspek pendidikan formal dan informal (pengkaderan) sangat dirasakan oleh umat Islam masa kini.

Saya mengambil contoh : Pemimpin Jakarta saat ini adalah Non Muslim, padahal mayoritas penduduk Jakarta adalah Muslim. Lalu kemana kah peran Muslim di Jakarta ini? Sulit kah menjadikan Muslim sebagai Pemimpin di Jakarta? Tentu kita kembalikan lagi ke Muslim itu sendiri. Mungkin saat ini paham Liberal sudah beredar di Muslim itu sendiri.

Kalau boleh bertanya jujur, siapa yang mengendalikan negeri ini? Dalam bidang politik, siapa yang berkuasa? Mereka memang beragama Islam, tetapi apakah mereka dengan serius melaksanakan agenda gerakan Islam? Lalu dalam bidang pendidikan, sekolah mana, atau perguruan tinggi mana yang lebih unggul?

 

2.    Umat Islam saat ini mudah Terpecah belah dan diskonsolidasi/Mudah dipengaruhi

Realitas Masyarakat yang majemuk, terdiri dari beragai aliran pemikiran dan golongan serta berbagai kelompok gerakan tidak disikapi secara bijak oleh umat Islam itu sendiri.

tetapi malah dijadikan alasan untuk mengutuk, menyesatkan, menafikan dan menyerang kelompok lain. Bahkan sesama kelompok muslim yang lain.

Suasana tidak harmonis antar umat Islam tidak saja terjadi di level bawah, tetapi pun juga di level atas, baik itu antar Partai Politik Islam, Antar sesama Organisasi Islam, dll.


3.    Stategi gerakan persatuan yang lemah

Pola-pola gerakan yang dilakukan umat Islam saat ini masih bertahan dalam pola konvensional yang tradisional, gerakan Islam juga lebih cenderung hanya bisa membuat gerombolan dan kerumunan ketimbang gerakan efektif yang langsung bisa menembak sasaran dengan tepat.

4.    Kurangnya kebanggan dalam ‘Berislam’ pada diri pemuda muslim.

Saat ini pemuda muslim pada umumnya lebih bangga menonjolkan ilmu Sekuler nya atau ilmu Pluralisme yang dimiliki nya, ketimbang menonjolkan kebanggaan ilmu berislam nya.

Saya ambil contoh: jika diseminar besar dan bersifat internasional, pemuda muslim lebih suka menggunakan ucapan selamat pagi/siang/malam sebagai awal pembuka dalam gagasannya, ketimbang mengucapkan Assalamualaikum wr wb.

Bukankah agama kita, Islam merupakan agama yang sempurna? Di dalamnya terdapat segala aturan dan bimbingan untuk segala bidang kehidupan. Jadi buat apa kita menutupi keislaman kita kepada dunia luar?

 

C.      KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan yang saya paparkan, maka dapat disimpulkan :
1.       Umat islam saat ini masih lemah dalam beberapa bidang seperti pengorganisasian, perencanaan, persatuan, pendidikan, dan kebanggan dalam berislam.

2.       Solusi atas permasalahan tersebut saat ini adalah umat islam saat ini membutuhkan pemimpin yang dapat memecahkan permasalahan diatas, tentunya pemimpin yang berpedoman kepada UUD 45, Al- Quran, dan Hadist Rosul.

3.       Umat Islam harus memiliki Pionir yang dapat menguasai media negeri ini, karena dengan menguasai media nya, maka dapat juga menguasai Negara bahkan dunia.